Tuesday, 18 June 2013

“Kami minta komisi pemilihan umum Malaysia mundur dan bertanggungjawab atas kecurangan ini,” - Lapor Akhbar TEMPO

Selasa, 18 Jun 2013
TEMPO.CO
Anwar Ibrahim Pastikan Gelar Demo Besar - Tempo
Pemimpin oposisi Malaysia, Pakatan Rakyat, Anwar Ibrahim, akan menggelar demo besar pada 22 Jun 2013, menolak pemilihan umum yang dianggap penuh kecurangan. Rencananya demo besar itu akan dipusatkan di Padang Merbuk, Kuala Lumpur.

“Kami minta komisi pemilihan umum Malaysia mundur dan bertanggungjawab atas kecurangan ini,” kata Anwar saat menemui wartawan di Hotel Crown Plaza, Jakarta Selatan, Ahad, 16 Juni 2013.

Anwar mengaku pihak oposisi sudah pernah mengajukan keberatan serupa ke KPU Malaysia. Namun dia mengaku KPU menanggapi dengan arogan dengan mengatakan partai oposisi tak punya hak menggugat hasil pemilu.

Namun upaya demo besar tanggal 22 Juni mendatang, diakui Anwar mendapat halangan. Sekitar 15 pemuda kader Anwar ditangkap oleh polisi Malaysia, Sabtu, 15 Juni 2013, karena menyebarkan pamflet ajakan demo masal. “Ini tidak ada semangat bawa perubahan demokrasi,” kata Anwar.

Meski begitu, dia melanjutkan, tak akan membatalkan rencana demo besar tanggal 22 Juni mendatang. Anwar pun berjanji demo besar nanti partai oposisi tidak akan berujung aksi anarki. “Kami sudah nyatakan demo kami damai.”
TEMPO.CO
TEMPO.CO - Topik
SELASA,18 JUNI 2013
Internasional-Malaysia
Di Jakarta, Anwar Ibrahim Cerita Kecurangan Pemilu 
MINGGU, 16 JUNI 2013 | 15:29 WIB




TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, bertandang ke Indonesia. Dalam kunjungannya di Jakarta, Anwar mengundang sejumlah media di Hotel Crown, Ahad, 16 Juni 2013, untuk berbincang soal kecurangan pemilihan umum di Malaysia yang diselenggarakan April lalu.

Anwar menceritakan "serangan" partai koalisi pro-pemerintah, Barisan Nasional, yang digawangi Partai UMNO, terhadap kelompok oposisi, Pakatan Rakyat. Saat masa kampanye, kata Anwar, partai oposisi diserang melalui media massa yang dia klaim sudah dibeli oleh partai penguasa. "Selama 24 jam kami diserang melalui siaran di televisi, isu-isu diembuskan," kata Anwar.

Contohnya, menurut Anwar, adanya isu jika Anwar Ibrahim terpilih sebagai perdana menteri, ia akan mengkristenkan Malaysia. "Bagi masyarakat yang tahu isu itu bakal ketawa, tapi masyarakat yang di pedalaman banyak yang termakan, mungkin mereka khawatir," ujarnya.

Lantaran partai penguasa menguasai media massa, kata Anwar, partai oposisi tak punya sarana kampanye. Satu-satunya cara kampanye dengan menyebar pamflet. Namun upaya ini sering kali menuai petaka. Beberapa kader Anwar ditangkap polisi saat menyebarkan pamflet tanpa tuduhan jelas. "Setidaknya ada 25-30 anak muda kami ditangkap," kata Anwar.

Kecurangan berlanjut hingga pemilihan umum tiba. Anwar mengaku menemukan praktek politik uang saat pemilihan umum berlangsung. Dia menemukan sejumlah masyarakat mendapat duit 500 ringgit. Dia juga menuding Komisi Pemilihan Umum Malaysia tak netral sebab terlalu membela partai penguasa. Dia menyebut KPU Malaysia tak profesional. Sebagai contoh, tak ada pengawasan yang jelas saat pemilihan dan penghitungan suara dilakukan, sehingga rawan terjadi kecurangan.

Bahkan Anwar menyebutkan bahwa tinta tanda peserta pemilu dipalsukan KPU Malaysia. Tinta yang seharusnya permanen diganti menjadi tinta biasa yang mudah dihapus. "Bahkan lucunya di tengah pemilu ada yang mati lampu, ini, kan, rentan kecurangan," katanya.

Akibat kecurangan itu, partai penguasa dinyatakan menang. Sementara data yang Anwar punya menyatakan partai oposisinya menang lebih dari 50 persen. Anwar dan partai oposisi berjanji tetap kukuh mempertanyakan pemilihan umum Malaysia. Dia meminta lembaga pengawas pemilu Malaysia untuk mengusut dugaan kecurangan ini. Termasuk meminta pejabat KPU Malaysia untuk lengser dan bertanggung jawab. Berita internasional tentang Malaysia lainnya klik di sini.
INDRA WIJAYA
TEMPO.CO
TEMPO.CO - Topik

Di Jakarta, Anwar Ibrahim Cerita Kecurangan Pemilu  

"Selama 24 jam kami diserang melalui siaran di televisi, isu-isu diembuskan," kata Anwar.


Hina Raja Malaysia di Facebook, Wanita ini Ditahan  
Tersangka didakwa dengan kasus pencemaran nama baik.


PM Malaysia Batal Hadiri Konferensi di Makassar
Ada 60 delegasi dari 18 negara yang hadir dalam konferensi ini.


Ratusan Ribu Oposan Marah di Selangor  
Ratusan ribu oposan berdemonstrasi di Selangor. Mereka menolak
hasil pemilu ke-13.


Mahathir Muhammad: Saya Bukan 'Godfather'  
"Saya tak menganggap diri saya pendekar yang turun dari gunung."


Ratusan Ribu Oposan Marah di Selangor  
Ratusan ribu oposan berdemonstrasi di Selangor. Mereka menolak
hasil pemilu ke-13.


Najib Razak Diramal Mundur Akhir Tahun Ini  
Kinerja pemilu terburuk yang pernah terjadi setelah partainya berkuasa selama 56 tahun menjadi pemicunya.


Warga Malaysia Ajukan Petisi Kecurangan Pemilu  
Mereka pun bersuara lantang di dunia virtual dengan mengajukan petisi melalui Change.org.

0 comments:

Post a comment

Theme images by konradlew. Powered by Blogger.
SILA LAYARI
Youtube.com/brigedkibaranbendera untuk paparan video yang lain
PERINGATAN: Komentar yang diutarakan melalui laman sosial ini adalah milik peribadi akaun laman sosial ini. Segala risiko akibat komentar yang disiarkan TIDAK menjadi tanggungjawab Brigedkibaranbendera. Komentar yang disiarkan menjadi tanggungjawab pemilik akaun sendiri.

Popular Posts

© 2011 Briged Kibaran Bendera, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena